🍾 Itinerary Ke Penang 2 Hari 1 Malam

Day1: Tiba langsung ke Werribee Open Range Zoo. Day 2: Kota Melbourne: Queen Victoria Market, Federation Square, Bourke St Shopping. Day 3: Lake Mountain Ski Resort. Day 4: Melbourne Museum, shopping time. Day 5: Great Ocean Road: Twelve Apostle sampai Apollo Bay. Day 6: Brighton Bath Box, Royal Botanic Garden. Akhirnyasaya memutuskan untuk liburan ke Penang, Malaysia. Totalnya selama 4 hari 3 malam, berikut itinerary-nya! Nah, saya juga cukup beruntung karena menemukan promosi dari maskapai Airasia. Paket yang terdiri dari tiket pesawat promo Jakarta - Penang PP ditambah dengan hotel selama 3 malam, harganya cuma Rp 1,4juta saja! Denganmengikuti itinerary Penang 3 hari 2 malam, kamu bisa mengunjungi beberapa tempat wisata ikonik di Malaysia. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan waktumu untuk menikmati liburan ke Malaysia dengan puas. Apabila ingin pergi ke Penang tahun 2019, kamu bisa mengikuti panduan lengkap itinerary Penang 3 hari 2 malam berikut ini. HARI Day10 : Kinloch - Glenorchy - Te Anau. Day 11 : Te Anau - Milford Sound - Mirror Lake - Kaka Point - Nugegt PointLight House. Day 12 : Kaka Point - Cadbury World Dunedin - Baldwin the World SteepestStreet - Moeraki Boulders. Day 13 : Moeraki Boulders - Omarama - Lake Pukaki - Ahururi Bridge -Twizel - Tekapo. Pakej2 Hari 1 Malam COUPLE (IPOH TOWN HOTEL) - Sah Sehingga 31 Mac 2021 RM 279.00 nett per couple (2 orang) - Hari Biasa/Hari Minggu/Cuti Sekolah RM 329.00 nett per couple (2 orang) - Hari Perayaan/Cuti Umum Pakej 2 Hari 1 Malam COUPLE Termasuk :- - 1 malam penginapan di pekan Ipoh (bilik aircond) - 1 katil king @ 2 katil single - Tiket masuk ke Lost World Themepark (Waterpark, Amusement Park Bagikamu yang sudah merencanakan liburan ke Malaysia, itinerary Penang 3 hari 2 malam ini bisa jadi panduan yang tepat. Rabu, 18 September 2019 11:35 WIB. Editor: Ambar Purwaningrum. ItineraryPenang 2 Hari 1 Malam liburan akhir pekan George Town Bee Hwa Cafe Lihat Semua Arisan Parapuan Eps 15 Menangkan Hadiah Sebesar 9 Juta Rupiah TTS - Teka - Teki Santuy Ep 88 Naskah dan Kode JALANJALAN PENANG (Bukit Bendera & Pantai Batu Feringgi) By FARAA MUSA - November 08, 2017. ITINERARY PENANG [3 HARI 2 MALAM] 7.30 a.m : Memang recommended sangat Hotel Royale Chulan Penang ni. Bilik cantik, makanan pulak banyak pilihan tau. Aku kalau travel memang selalunya booking bilik siap ambil pakej breakfast sekali. Dansekarang aku nak story pasal budget dan itinerary semasa aku ke sana selama 3 hari 2 malam. Welcome to Sihanoukville. So ni sample itinerary aku 3 hari 2 maam di sana. Day 01 - Depart KLIA 2 to Sihanoukville. Penang (37) Sabah. Kota Kinabalu (20) Kundasang (8) Polumpung (2) Pulau Bohey Dulang (4) jaxl. Ini merupakan kali kedua aku ke Penang dalam tahun 2017. Pergi dan balik naik flight dengan kawan aku, Cik BJ. Consider trip solo sebab sampai saja di Penang, kami berdua bawa haluan sendiri. ITINERARI 1 Hari pertama 1/7/2017 Sabtu 1. Naik KLIA Transit ke KLIA2 dari stesen Tasik Selatan parking kereta di Terminal Bersepadu SelatanTBS. Flight ke Penang pukul pagi, tapi delay ke pukul pagi. Tips- Print/Save jadual koc KLIA Transit untuk rancang perjalanan mengikut masa penerbangan kita. - Compare dulu kos antara park kereta + ERL/KLIA Transit VS Uber/Grab/Teksi terus ke/dari airport. 2. Sampai Penang sekitar pukul tengahari. Cik BJ ambil Grab ke SPICE Arena, aku ambil Uber ke Restoran Kapitan lunch time, Georgetown. Menu wajib Chicken Cheese Milani set. Aku try air Mango Lassi, sedap banget! 3. Check-in hotel Malabar Inn Book melalui Agoda Tips - Untuk hotel bajet, hotel ini memang awesome. Tak tipu! Boleh google sendiri review dari pelancong lain OK. - Compare harga dari website hotel, Agoda, Traveloka, Bookings dan lain-lain untuk dapatkan harga termurah. - Boleh book dorm/hostel untuk harga yang jauh lebih murah. 3. 3D Trick Art Museum 4. Padang Kota Lama. Makan mee sotong Pata Hameed dan minum coconut shake. Tips - Hati-hati dengan harga makanan di sini. Tanya siap-siap sebelum memesan/membayar. Takut kena 'sembelih'! 5. Makan malam di Sup Al-Bismi. 2 Hari kedua 2/7/2017 Ahad 1. Check-out awal tapi tumpang letak beg di hotel. Alhamdulillah tak kena caj apa-apa. 2. Sarapan di Roti Bakar Hutton Lane. 3. Memburu Street Art. Tips- Naik motor memang terbaik untuk memburu Street Art. Elak traffic berhati-hati dengan pemandu kereta yang tak ada sivik OK! 4. Dark Mansion 3D Glow in the Dark Museum Tips- Sebaik-baiknya minta staf di sana tolong ambilkan gambar. Mereka lebih tahu kesan lighting effect kepada gambar kita nanti. 5. Made In Penang Interactive Museum 6. Lunch di Nasi Kandar Hameediyah 7. Tech Dome, Komtar Tips- Pintu masuk dan keluar berbeza Pintu masuk di tingkat 3 dan pintu keluar di tingkat 5. - Tak boleh bawa beg. Kena beli loker. Tech Dome tutup pukul petang jadi pastikan kita cukup masa untuk keluar di tingkat 5 pintu keluar dan ambil semula beg di tingkat 3 pintu masuk. - Pada tiket ada bar code yang perlu scan untuk kita masuk. - Kalau nak puas melawat dan buat aktiviti berbayar di Komtar seperti The Top dan lain-lain, kena allocate masa minimum setengah hari + duit minimum RM200. Pihak pengurusan sengaja membuat pintu masuk dan keluar berbeza supaya kita teruja nak cuba aktiviti-aktiviti menarik di sana. Tiket masuk RM25 hanya basic untukTech Dome sahaja, OK! 8. Bertolak ke airport. Flight ke KL pukul malam. 9. Naik KLIA Transit ke stesen Tasik Selatan. Ambil kereta di TBS dan pulang ke rumah. BAJET Bajet ini berdasarkan kos sebenar aku untuk aktiviti Street Art Hunting + Museum Hunting good review dan high rating saja, faktor kesuntukan masa + Food Hunting. Lain orang mungkin lain bajetnya. Yang penting kita happy OK! 1 Tiket flight Return = RM179 2 Parking di TBS = RM16 3 KLIA Transit ke/dari KLIA2 = one way 4 Sarapan McD Cik BJ ajak, bukan aku nak! Hahaha = 5 Uber dari airport ke Restoran Kapitan =RM18 6 Lunch di Restoran Kapitan =RM18 7 Hotel = RM70 8 Rider guide Perempuan= RM100 rider cakap beri dia seikhlas hati kali ini, Alhamdulillah. Orang kata pergi Penang boleh saja jalan seorang diri. Tapi tak semua ladies traveller dibenarkan travel solo oleh keluarga mereka. Jadi, inilah salah satu cara untuk pastikan kita berteman sepanjang trip. Boleh PM FB Carrot Owsem untuk arrange rider guide. Memang awesome! Tak tipu OK. 9 Mee sotong + Coconut shake = RM12 10 Sup Al Bismi + Roti + Air limau suam = RM7 11 Tiket 3D Trick Art Museum = RM15 12 Tiket Dark Mansion 3D Glow in the Dark Museum + promosi FREE entrance ke Made in Penang Interactive Museum = RM25 13 Fridge magnet beli di Dark Mansion 3D Glow in the Dark Museum = RM10 Dapat 3 fridge magnet 14 Lunch di Nasi Kandar Hameediyah = RM25 15 Tiket Tech Dome, Komtar = RM25 16 Loker beg di Tech Dome, Komtar = RM3 17 Makan waffle di airport = RM5 18 Makan mee wantan di KLIA2 sebelum naik KLIA Transit = RM23 Jumlah besar = Semoga perkongsian ini bermanfaat. Peace! Waiting at the pier Sebagai mantan karyawan kantoran yang kerjanya Senin-Jumat from 8 to 5 dengan cuti terbatas dan izinnya juga butuh perjuangan, gue paham banget betapa buat sebagian orang, city hopping saat traveling menjadi sesuatu yang perlu dilakukan demi mencentang seluruh daftar impiannya. Di mana dalam semingguan, atau 5 hari, bahkan 3 hari, udah bisa traveling ke negara-negara yang diinginkan, melompat dari satu kota ke kota lainnya. Untuk itulah gue membuat tulisan ini, meski sekarang gue udah bekerja di perusahaan yang jam kerjanya lebih leluasa dan cutinya semudah menunjukkan jari. Tapi biar city hopping, gue nggak suka spot hopping. Itinerary yang gue buat memang singkat, tapi tetap nikmat. Nggak sekadar mampir, satu dua cekrek terus cabut. Nggak yang ngirit dengan ngoyo. Gue mau kita lebih leluasa dalam menjelajah satu destinasi. Mengamati ada apa saja di sekelilingnya, duduk menikmati suasana, atau mampir makan dan menyesap kopi. Jadi, tenang, gue harap itinerary yang gue buat ini nggak membuatmu diburu-buru waktu. Tapi sebelumnya… Peraturan Dasar Itinerary Ini Karena itinerary sudah dibuat dengan location-wise, akan jadi sia-sia kalo kamu milih lokasi hotel/hostel yang jauh dari kawasan pertama dan kedua yang disebutkan di masing-masing itinerary. Menginaplah di kawasan itu agar agenda perjalanan yang udah gue buat ini bisa berjalan dengan lancar. Contoh, itinerary di Penang gue awali dengan kawasan kota tua Georgetown, maka menginaplah di area itu, tepatnya di Little India. Space Boutique Hostel, Yangon Pria di sudut kanan itulah Ben. Foto ini merupakan satu-satunya potret Ben yang berhasil terselamatkan karena foto-foto lainnya ada di ponsel, dan hapenya hilang di dalam perjalanan 😦 Kedua, kalo bawaanmu terlalu berat atau terlalu banyak, kamu bisa menitipkan dulu di hotel/hostel lalu baru check-in kemudian. Dalam itinerary ini, gue asumsikan kamu baru tiba di kota tujuan di hari pertama, check-in di jelang sore hari, lalu besoknya sudah harus berangkat ke kota lain atau ada agenda yang nggak bisa diganggu. Silakan sesuaikan sendiri dengan durasi dan kondisi perjalanan aktual kamu ya. Oke, hajime! Penang, Malaysia Awali dengan kota lama Georgetown, atau Georgetown UNESCO Heritage Site di kawasan Lebuh Chulia, Lebuh King, Armenian Street, Beach Street, dan Penang Street. Ada Masjid Kapitan Keling, St. George’s Anglican Church, Khoo Kongsi Temple, Pinang Peranakan Mansion, dan banyak lagi. Jangan lupa foto-foto di mural-muralnya yang ikonik, seperti mural anak laki-laki di sepeda dan anak perempuan di ayunan. Baca ceritanya di sini. Akhiri di Little India, makan siang, lalu check-in di hotel/hostel. Esplanade Padang Kota Lama 舊關仔角 Jelang sore, jalan kaki lagi ke Queen Victoria Clock Tower, Fort Cornwallis, lalu nikmati Padang Kota Lama. Alun-alun tepi laut itu dikepung oleh bangunan-bangunan tua Inggris yang terawat banget, berfungsi sebagai bank dan kantor pemerintah. Saat gelap, saatnya makan malam di Gurney Drive. Sebelum balik ke hotel, jalan-jalan dulu ke Gurney Plaza, Gurney Paragon, sampai ke Lorong Burma di mana kuil-kuil bergaya Myanmar berada. Itung-itung buat bakar kalori. Kembali ke penginapan, mandi, lalu istirahat. Besok paginya, check-out dengan menitipkan barang bawaan. Eksplor 2 tempat wisata andalan Penang, Bukit Bendera dan Kek Lok Si Temple, sampai waktu yang kamu bisa. Phnom Penh, Kamboja Ibukota yang satu ini mudah banget dijelajahi dalam satu hari satu malam! Pagi hari, kunjungilah istana kerajaan atau Grand Palace, National Museum of Cambodia, dan Independence Monument. Tahan dulu foto-foto area sungainya, nanti sore aja. Siang hari saat perut sudah minta diisi, berpindahlah ke Central Market untuk berteduh, berbelanja, dan makan siang. Check-in dan istirahat dulu di hotel/hostel sebelum lanjut eksplor lagi. Preah Sisowath Quay Sore hari, mampir dulu ke Wat Phnom sebelum jalan-jalan sore di sepanjang Sungai Tonle Sap. Begitu malam tiba dan lampu-lampu bar telah menyala, saatnya bersantap dan nongkrong-nongkrong di Sisowath Quay, masih di area sepanjang sungai. Kalo mau, sebelum balik ke penginapan kamu bisa sewa tuk-tuk dulu buat muter-muter Koh Pich, “pulau” di tepi Sungai Mekong yang menjadi kawasan pengembangan baru di Phnom Penh. Kalo udah kemaleman, Koh Pich juga bisa disimpan buat besok pagi. Esok harinya, kamu juga bisa berwisata sejarah kelam di Choeung Ek Genocidal Center dan Tuol Sleng Genocide Museum. Ho Chi Minh City, Vietnam Obyek wisatanya sebenernya biasa-biasa aja, tapi dikemas dengan istimewa. Mulai yuk dengan eksplor pusat kota Ho Chi Minh City Saigon ini di District 1. Ada Ben Thanh Market, Saigon Central Post Office, Basilika Notre-Dame Saigon, Independence Palace, dan Opera House. Hati-hati pas nyebrang jalan, ya. Ceritanya bisa dibaca di sini. Habis makan siang di salah satu kedai atau cafe, check-in di hotel/hostel dan beristirahat. Walking in Ho Chi Minh City, Vietnam Bến Thành Sore hari, kamu bisa meluangkan waktu di Central Park Công Viên Trung Tâm. Alun-alun hype ini adalah spot asyik untuk menikmati Saigon River dan Landmark 81 yang menjulang jumawa, gedung tertinggi di Ho Chi Minh City! Akhiri hari dengan makan di area Ben Thanh Market dan menikmati suasana malam di Pham Ngu Lao Street sampai Bui Vien yang hingar bingar. Kunjungan ke Chu Chi Tunnel bisa kamu lakukan besok pagi. Kalau nggak tertarik atau waktunya nggak cukup, ke Lunar Lake Phu My Hung aja di District 7. Bangkok, Thailand Karena kotanya besar dan obyek wisatanya tersebar, menyusun itinerary 2 hari 1 malam di Bangkok memang tricky. Namun yang jelas, Grand Palace cocok kamu kunjungi pada pagi hari, lalu lanjutkan dengan Wat Pho dan Wat Arun di dekatnya. Setelah itu, check-in dan beristirahatlah di penginapan kamu di kawasan Khaosan Road dan sekitarnya. Sore hari, saatnya ke Asiatique The Riverfront. Prajurit berbaris memasuki kompleks Grand Palace Monks on the boat Para biksu di atas perahu – Bangkok พระบรมมหาราชวัง The Grand Palace Setelah itu kamu bisa kulineran sekaligus menikmati suasana malam di Yaowarat Road, Chinatown-nya Bangkok. Jangan kemaleman di situ, biar masih bisa berbaur dengan keriuhan street market dan bar di Khaosan Road. Besok paginya, it’s shopping time! Pergilah ke Pratunam Market di kawasan Siam, sekalian mampir ke jajaran shopping mall-nya seperti Platinum Fashion Mall, MBK, Siam Paragon, Siam Discovery, dsb. Puas-puasin! Seluruh tulisan perjalanan tentang Bangkok, Thailand, bisa dibaca di sini. Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam “Kok lokasinya loncat-loncat, Gi?” Biar nggak bosen, hehe. Sebagai kota yang mungil, BSB bisa banget dipelajari bahkan dalam beberapa jam saja. Pagi-pagi sih enaknya sarapan jajan pasar dulu di Pasar Kianggeh. Lepas tu, kunjungi 3 tempat ibadah di sekitarnya Masjid Sultan Omar Ali Saifuddin, Gereja Katolik Church of Our Lady of Assumption, dan Teng Yun Temple. Kuilnya memang biasa aja, tapi lumayan untuk cerita toleransi antar umat beragama di Brunei. Sempatkan juga mampir ke Taman Mahkota Jubli Emas. Kianggeh Sorenya, nikmati waterfront dan jelajahi Kampong Ayer. Malemnya nggak usah ke mana-mana, ngerumpi aja di penginapan sambil menikmati keheningan. Bisa juga ke Gadong Night Market dan Gadong Mall, tapi jangan kemaleman. Itu pun pulangnya antara naik taksi yang mahil, naik kendaraan pribadi, atau jalan kaki hehe. Setau gue, bus kota di sana cuma sampe jam-jam maghrib, cmiiw. Kalo besoknya masih di Bandar Seri Begawan, kamu bisa ke Royal Regalia Museum Muzium Alat Kebesaran Diraja, Pusat Sejarah Brunei, dan Masjid Jame’ Asr Hassanal Bolkiah. Bisa juga ke Istana Nurul Iman tempat sang sultan bersemayam, jadi nggak bisa masuk ke dalam. Yangon, Myanmar Sule Pagoda cocok jadi titik awal petualangan kamu! Lanjutkan tur jalan kaki menuju Mahabandoola Park yang dikelilingi gedung-gedung bersejarah seperti Yangon City Hall, Emmanuel Baptist Church, atau si gedung merah High Court of Yangon. Kamu bisa makan siang di warung-warung di sisi taman yang menghadap gedung merah, atau ke Rangoon Tea House untuk opsi yang lebih rapi. Setelah check-in dan beristirahat, pergilah ke Yangon Central Railway Station yang indah itu dan naik kereta komuter setempat, Yangon Circular Railway. Ke mana? Terserah, cobain aja pokoknya. Sule Pagoda di Yangon, Myanmar Yangon Agendakan soremu di Kandawgyi Park dengan Kandawgyi Lake-nya yang luas. Ada Karaweik Palace juga di situ, bekas istana yang kini disulap jadi restoran mewah. Kalau uang nggak lagi jadi masalah buat kamu, cobain aja. Sebelum gelap, berpindahlah ke Shwedagon Pagoda yang lokasinya nggak jauh dari situ. Kenapa jelang sunset baru ke sini? Biar bisa menikmati megahnya stupa raksasa itu saat bersinar keemasan di tengah malam. Kamu bisa makan malam di 19th Street, kawasan pecinan yang dipenuhi jajaran warung makan sate-satean. Ada bir juga lho, hehe. Sebelum beristirahat di hotel/hostel, pastikan kamu nengok Sule Pagoda lagi karena kubah emasnya pun akan bersinar di malam hari. Besok paginya, kunjungi Chauk Htat Gyi Pagoda, Nga Htat Gyi Pagoda, dan kalo masih sempet juga belanja oleh-oleh di Aung San Bogyoke Market. Baca seluruh tulisan tentang Yangon di sini. Vientiane, Laos Ibukota bersahaja yang menentramkan jiwa… Mulailah harimu dengan menyapa warga lokal dan sarapan di pasar pagi alias Talat Sao. Begitu energimu terisi, hampiri Monumen Patuxay yang serupa Arc de Triomphe di Paris itu, Wat Sisaket, Wat Si Muang, Haw Phra Khae, dan Pha Tat Luang. Setelah check-in dan istirahat di penginapan, berkelanalah lebih jauh ke Buddha Park yang bisa dicapai dengan bus kota. ປະຕູໄຊ Patuxay ประตูชัย Saat sunset, sebaiknya kamu udah standby di tepian Sungai Mekong, di sepanjang sisi Chao Anuvong Park. Nggak cuma bisa menikmati promenade yang lega, sungai yang megah, dan pasar malam, kamu juga bisa berbaur bersama warga lokal yang SKJ-an sore-sore Besok paginya, ngafe-ngafe ajalah sambil sepedaan mengagumi bangunan-bangunan peninggalan kolonial Perancis. Kuala Lumpur, Malaysia Walaupun tergolong kota besar, namun obyek wisata utama di Kuala Lumpur atau KL ini terkonsentrasi di satu kawasan dan juga nggak terlalu banyak. Kawasan Dataran Merdeka dan Masjid Jamek cocok jadi titik awal kamu. Jangan lupa masuk ke dalam KL City Gallery, dijamin nggak rugi! Sunset di Jalan Petaling, Kuala Lumpur KL Sentral Bus Station Setelah check-in dan beristirahat, mampir makan siang yuk di KL Sentral. Siang sampai sore kamu bisa check-in, istirahat, lalu eksplor Pasar Seni dan Petaling Street yang merupakan pecinannya KL. Sore hari, saatnya foto-foto di Petronas Twin Towers. Bertahan di sana sampai gelap dan nikmati tarian air mancur di dalam Suria KLCC Park. Cuci mata di dalem mall juga boleh banget. Habis itu, jelajahi Bukit Bintang. Dari makan malam di Jalan Alor, cuci mata di mall-mall elitnya, sampai nongkrong-nongkrong di Jalan Changkat. Esok paginya, kamu bisa ke KL Sentral, terus naiklah KTM Komuter menuju Batu Caves. Mau naik ke atas melalui 200an anak tangga atau foto-foto di bawah aja, itu terserah kamu. Seluruh cerita perjalanan di Kuala Lumpur, Malaysia, bisa dibaca di sini. Manila, Filipina Meski sekilas mirip dengan Jakarta, Manila tetap asyik dijelajahi! Pagi hari, kamu bisa puas-puasin eksplor si kota tua, Intramuros hingga Rizal Park. Ada Katedral Manila, Fort Santiago, dan banyaaakkk banget basilika atau gereja dan bangunan-bangunan tua bergaya Spanyol yang bikin lensa kamera kamu terus beraksi. Siang hari, check-in dan istirahat dulu di hotel. Habis itu bisa lanjut eksplor kawasan Binondo, Chinatown-nya Manila yang konon jadi yang terbesar se-Asia Tenggara. Intramuros Masih di Metro Manila, kamu bisa menikmati sunset di Marina Baywalk. Malam harinya, kamu bisa bergerak ke kawasan Makati, menikmati mall-mall megah dan gedung-gedung pencakar langit yang modern bak di kawasan Thamrin-Sudirman. Besoknya, kamu… bisa siap-siap naik pesawat ke Puerto Princessa atau pulau-pulau eksotis lainnya hahaha. Udah nggak ada ide mau ngapain lagi. Hanoi, Vietnam Gue sarankan ke sini saat musim gugur! Pagi-pagi asyiknya ke Hoan Kiem Lake dan eksplor spot-spot wisata di sekelilingnya. Ada Ngoc Son Temple, jembatan merah, dan St. Joseph’s Cathedral. Jalan dikit dari situ, ada Hanoi Opera House. Kamu bisa makan siang di sekitar situ karena ada banyak cafe dan kedai kopi. Biasanya, tempat makan dan tempat ngopi nggak jadi satu, nggak kayak di sini. Baru deh check-in di hotel/hostel lalu istirahat. Quận Hoàn Kiếm Sorenya, kamu bisa tur dengan rute sebagai berikut Temple of Literature, Thang Long Imperial Citadel, Ho Chi Minh Mausoleum + Presidential Palace, lalu touch down di West Lake yang udah nggak jauh dari situ. Di West Lake sendiri ada Quan Thanh Temple dan Tran Quoc Pagoda. Kalo ini kebanyakan buat kamu dengan waktu yang terlalu sempit, 2 spot pertama yang gue sebut bisa diabaikan. Malam harinya, kamu bisa balik lagi ke kawasan Old Quarter di deket Hoan Kiem Lake, siapa tau pas ada car free night. Itung-itung sekalian balik ke penginapan. Besoknya kamu bisa ke Hanoi Train Street dan Cau Long Bien, jembatan kereta api yang ikonik itu, melintang di atas Hanoi River. Luang Prabang, Laos Sama seperti Bangkok dan Phnom Penh, Royal Palace menjadi titik awal perjalanan kamu di Luang Prabang. Setelahnya, kamu bisa temple hopping sampe bosen di sepanjang Sakkaline Road dan sekitarnya. Ada Wat Xiengthong, Wat Kili, Wat Mahathat, dst. Kamu bisa makan siang di salah satu kedai atau coffee shop yang banyak tersebar di Luang Prabang. Phousi Hill Isi energimu setelah check-in, karena sorenya kamu akan naik ke puncak Phousi Hill atau Mount Phousi untuk menikmati sunset dan Luang Prabang dari ketinggian. Malamnya, seperti biasa, eksplor pasar malem hehe. Besoknya, kamu perlu bangun subuh karena harus membeli nasi di morning market dan berpartisipasi dalam ritual Almsgiving Ceremony, memberikan setangkup nasi kepada para biksu di pinggir jalan. Setelahnya, kamu bisa beli sarapan di pasar pagi itu. Kalo masih ada waktu, kunjungi curug Kuang Si. Siapa tau beruntung dan bisa menikmati air berwarna toska. Singapura Mulai dari Chinatown yuk. Ada street market di Smith Street, Buddha Tooth Relic Temple, Masjid Jamae, dan kuil Sri Mariamman. Potret keberagaman dan kerukunan antar suku antar umat beragama di Singapura! Dari situ, pergilah ke Little India untuk makan siang, foto-foto, dan check-in di hotel/hostel. Kalo udah beristirahat di penginapan, saatnya naik monorel Sentosa Express ke Pulau Sentosa. Minimal foto-foto di depan bola dunia Universal Studios. Dulu ada patung Merlion raksasa, tapi sekarang sudah dirobohkan. Pertunujukkan gratis Wonder Full at Marina Bay Sands, dilihat dari Merlion Park Merlion Park Sebelum gelap, kamu harus udah otewe ke Merlion Park di daratan utama. Antrian monorelnya suka penuh dan panjang loh. Opsi lainnya adalah naik bus atau.. Jalan kaki. Bisa juga naik cable car kalo uang nggak jadi masalah. Nikmati patung Merlion dari saat tertimpa cahaya sore yang keemasan hingga berpendar di malam hari. Ada pertunjukkan tarian cahaya dan air mancur dengan iringan musik dari Marina Bay Sands dan gedung-gedung di sekitarnya. Jangan lewatkan! Sebelum pulang ke hotel/hostel, eksplor dulu kawasan sekitarnya karena banyak spot menarik, seperti Esplanade, The Fullerton Hotel, Singapore River, dsb. Kalo masih ada waktu, kamu juga bisa jalan kaki atau naik MRT ke Gardens by The Bay dan Helix Bridge. Pertunjukkan Garden Rhapsody terakhir kalo nggak salah adalah jam 2145. Besoknya, kamu bisa berbelanja sekaligus menjelajah di kawasan Bugis Street. Phuket, Thailand Last but not least adalah Phuket, Thailand. Karena pulaunya cukup besar, tricky banget memilih itinerary untuk 2 hari 1 malam. Yang jelas, old town never fails, hehe. Kota tua Phuket diisi dengan jajaran ruko-ruko bergaya Sino-Portuegese yang manis. Sempatkan ngopi-ngopi di salah satu kedainya dan berfoto dengan latar muralnya. Setelah itu, nikmati panorama kota Phuket dari ketinggian yang dibentengi oleh laut dan bentang pegunungan. Nama tempatnya adalah Khao Rang, atau Bukit Rang. Panorama indah Phuket dan bentang alamnya dari Khao Rang Dari situ, move ke kawasan Patong untuk check-in dan main-main di Pantai Patong sampai sunset. Segarkan diri dengan mandi, lalu nikmati malam di Bangla Street Night Market. Jangan kaget melihat cewek-cewek seksi menari-nari di atas meja bar. Besoknya, saatnya berkelana lebih jauh menuju pulau-pulau kecil lain di sekitar Phuket. Ada banyak paket 1-day tour yang bisa kamu pilih. Klik di sini untuk membaca seluruh cerita perjalanan di Phuket, Thailand. Sebenernya ada satu kota lagi yang mau gue bahas, yaitu Siem Reap di Kamboja. Itinerary-nya simpel banget. Pokoknya seharian eksplor Angkor Archaeological Park sampe mabok, terus malamnya ke pasar malem dan Pub Street. My favorite backgenic pose Apakah semua kota di atas udah gue kunjungi? Nein. Gue belum pernah ke Laos, Filipina, dan Brunei. Phnom Penh sama Hanoi juga belum. Gue bisa nulis semua itinerary di atas berbekal wawasan yang secara nggak langsung gue dapatkan saat blogwalking, nonton video travel di Youtube, baca Wikipedia, dan berhalu ria dengan Google Maps dan Google Street tulisan ini bisa menjadi sumber informasi dan inspirasi halu berjamaah. Cheers! Tag Bandar Seri Begawan, Bangkok, Brunei Darussalam, Filipina, Georgetown, Hanoi, Ho Chi Minh City, itinerary asean, itinerary asia tenggara, itinerary Bangkok, itinerary brunei, itinerary hanoi, itinerary ho chi minh city, itinerary kamboja, itinerary kuala lumpur, itinerary laos, itinerary luang prabang, itinerary malaysia, itinerary manila, itinerary penang, itinerary phnom penh, itinerary phuket, itinerary singapura, itinerary Thailand, itinerary vientiane, itinerary vietnam, itinerary yangon, Kamboja, Kuala Lumpur, Laos, Luang Prabang, Malaysia, Manila, Myanmar, Penang, Phnom Penh, Phuket, Siem Reap, Singapura, Thailand, Vientiane, Vietnam, Yangon of Malaysia’s most popular destinations, Penang has always beguiled travelers with its age-old shophouses, fantastic street cuisine as well as enviable beaches. I have been to Penang quite a number of times over the years and there is always something new to check out with each visit. Whether you are a history buff or a foodie, this island off the Andaman Sea will always have something to offer. For a mix of all that Penang is known for food, history, new attractions, etc, here is a well-balanced itinerary that you can easily do over a weekend in Penang. Day 1 – GeorgetownDay 2 – Penang Hill, Kek Lok Si and Batu FerringhiTravel Tips for PenangWhere to Stay in Penang Day 1 – Georgetown The UNESCO World Heritage Site of Georgetown is an excellent place to start in the island. Choc-full of colonial buildings, charming shophouses, temples, mosques and fantastic places to eat. People come here to do two things – to see the heritage buildings and street art or to eat some of Penang’s specialties – so the amount of time you spend here will depend on your interest level in the two activities. Tip If you are arriving via Penang International Airport, you may wish to pre-purchase a 4G sim card in order to save time and avoid potential queues. Prices are also slightly cheaper versus buying it on the spot. Georgetown is generally walkable and should not take more than 20 or 25 minutes from one end to another. However, it can get searing hot especially during midday so you may want to take public transport. I personally take Grab. Point to point rides in Georgetown typically range from 3 to 5 MYR. boy on motorbike street art in penang The heritage zone has plenty of street art and you can easily spend an entire day hunting them down. To the casual visitor, one of the most popular is the Boy on Motorbike 12 Lebuh Ah Quee, a 3D artwork consisting of a painting of a boy against an actual motorbike. It’s also a good idea to come here early in the morning before a small queue forms over those wishing to take a photo of the street art. Next, head to the nearby Khoo Kongsi 18 Cannon Square for what is one of the most intricately designed clan houses in Southeast Asia. Similar in purpose to those found in places like Singapore, Hoi An, Melaka, etc – these clan houses served as the headquarters of family associations. There is an entrance fee of MYR 10 – pretty steep for a temple in Malaysia but worth it for the architecture. On certain evenings, Khoo Kongsi is also floodlit which makes the building’s details stand out even more. Information on the evening light up schedule can be found here. From here, it is just a short walk to the Kapitan Keling Mosque 14 Jalan Buckingham, by far the most picturesque among Georgetown’s Islamic buildings. The mosque was built in the 1800s by Penang’s Tamil Muslim community and is today recognized as one of Malaysia’s most prominent mosques. penang’s blue mansion It is a short stroll to the Pinang Peranakan Museum 29 Church Street which showcases a home typical of a wealthy family from Baba Nyonya origins that are unique to cities along the Straits of Malacca Melaka, Penang, Singapore and Phuket to an extent. There are over 1,000 antiques inside and you can easily spend hours marveling at the house. For an insightful look into Baba Nyonya culture, join one of the free guided tours. Alternatively, you can head over to the photogenic Blue Mansion, another one of Georgetown’s famous houses that’s open to visitors. For the full heritage experience, you can also book a room stay there inside the mansion. delicious nasi ulam at auntie gaik lean’s If you are feeling peckish by this time, I can’t recommend Auntie Gaik Lean’s enough for its delightful Baba Nyonya cuisine. Top of my list of dishes to order is the Nasi Ulam rice salad and Sambal Fish. Make sure to try the refreshing Nutmeg Juice as well. Alternatively, Sri Weld Food Court down the road has one of the best nasi lemak in Penang. eastern and oriental hotel penang The searing afternoon heat gives you enough reasons to chill a bit at the plush and historic Eastern and Oriental Hotel. Similar to the Raffles Hotel in Singapore and The Strand in Yangon, the E&O was built by the Sarkies Brothers in the 1800s and is today undoubtedly the most luxurious hotel in Georgetown. Food here is pretty good. Purists may slam me for saying that I prefer the char kway teow here but the extra servings of cockles and extra large prawns really won me over. fine views at the new observation deck in komtar Sunset is a great time to head up to Komtar book here for tickets, the tallest building in Penang and once a glaring white elephant. In recent years, a private company has turned it into a tourist attraction after building 2 extra floors and a rooftop observation deck with a section made in glass. It is a must-see during the blue hour – against the sunset, city lights and the lights coming up on the glass observation deck. Have a relaxing evening at Love Lane, a small alley containing plenty of bars, restaurants and backpacker guesthouses. Day 2 – Penang Hill, Kek Lok Si and Batu Ferringhi Spend your second day exploring attractions further afield, namely Penang Hill, Kek Lok Si as well as Batu Ferringhi. canopy walk at the habitat in penang hill Start the day early and head up to Penang Hill before the crowds do. The typical way up for most visitors is via the train which costs MYR 30 per adult and MYR15 per child foreigners. Malaysians can go up for MYR 10 per adult and MYR 4 per child. Do note the train runs from 630AM to 9PM daily. The top affords stunning views of the entire island. For an even higher view, head up to the new attraction called “The Habitat” for an educational guided tour of the local flora as well as the treetop walk and canopy walk. While up here, grab a cup of coffee or have a meal at the David Brown restaurant and appreciate fine views of the island. If you prefer to have someone else arrange these trips to the outskirts, you can also book a private tour that will pick you up from your hotel and take you to both Penang Hill and Kek Lok Si. The main benefit is you do not need to worry about how you can get a cab once you’re in those locations. You can book the tour here. Alternatively, for a taste of Penang’s coffee culture, head to Mugshot Cafe at Chulia Street. Aside from coffee, the venue is also known for its freshly-made bagel muffins. Afterwards, head to Kek Lok Si you might want to use a ride sharing service such as Uber or Grab or book the private tour. While there is certainly no shortage of temples in Penang or in Southeast Asia in general, this particular temple is a must-see for its hillside setting. The highlight of the temple is the hard-to-miss seven storey pagoda containing 10,000 statues of Buddha. There is an endless list of hawker food to try in Penang including char kway teow and fried oysters. The best fried oyster place in Penang is said to be at Seng Thor Coffee Shop at Carvarvon Street. It’ll well be mid-afternoon by the time you finish which is good enough reason to end your day at Batu Ferringhi – the most accessible stretch of beach in Penang. The area is lined by several resorts and I would personally recommend having dinner while watching the sunset. Do note that sunset in Penang occurs pretty late, at around 730PM usually. Alternatively, if you are looking for a family-friendly activity around the area, check out Entopia by Penang Butterfly Farm. The highlight here is the enclosed garden area with more than 15,000 butterflies flying around you. It’s truly a sight to behold and something that kids will definitely love. You can book discounted tickets here. If you are heading to Kuala Lumpur as well, check out this suggested itinerary for Kuala Lumpur. If you are heading to Melaka, check out my Melaka travel guide. Travel Tips for Penang Travel Insurance I buy travel insurance to be safe in this era of viruses, flight cancellations/delays and last minute changes. If you reside in Singapore, check out Starr Travelead, one of the cheapest travel insurance. They have a promotion that comes with S$10 cash rebate that helps to cover the insurance cost. If you reside elsewhere, you can check out Worldnomads as they have a relatively extensive list of claimable items, including personal accidents. Transport In Penang, you don’t have to worry even if you are not staying in the city center. Ride-sharing apps such as Grab allow you to book a “cab” at the local price. Even if you stay in Batu Ferringhi for instance which is a 15 minute drive from the old town, the fare is only around 10 – 15 Ringgit. Car Rentals In the post-pandemic era that we are in, some folks prefer to avoid public transport in order to minimize interactions with strangers. Car rentals have become more popular nowadays. You can check out deals here Dining Culture The local cuisine is really one of the highlights in Penang. While the ambiance of most local eateries may be lacking, the food is superb. In this city, each eatery tends to specialize in just one dish – be it laksa, char kway teow fried noodles, carrot cake, fried oyster, etc. Since the local taxis are so cheap, the idea of taking a cab from one eatery to another for multiple small bites isn’t at all far-fetched and is actually being practiced by many tourists in the know. Where to Stay in Penang Penang’s hotels are usually quite affordable even in the 4-star or 5-star categories so I would suggest splurging a bit for a more refined stay. Here are my recommendations after visiting Penang a number of times In Georgetown, staying at Eastern and Oriental Hotel is like hitting two birds with one stone. It is in itself a tourist attraction. At the same time, you get to bask in colonial luxury. Stay in the newer Victory Annex for some fine seaside views. Among midrange options, Campbell House offers one a colonial living experience, complete with antique phones in the guestrooms as well as Peranakan accents in the bathroom. For a budget option in Georgetown, you can check out SAVV Hotel which has been renovated recently. You can also check out other hotel options in Penang, including cheaper options here. In Batu Ferringhi, the Parkroyal Penang Resort is a good family-friendly midrange option. The Shangri-la Rasa Sayang Resort is the place to go if you’re looking to stay at Penang’s most luxurious hotel. The Rasa Wing in particular is noted for having a gigantic outdoor tub! BinoLet me know your thoughts by leaving a comment below. Alternatively, you can also email me at b i n o at You can follow I Wander on Facebook, Telegram, or Instagram. Also, if you liked this article, please feel free to SHARE or RETWEETMore Posts - Website

itinerary ke penang 2 hari 1 malam